https://spm.unj.ac.id/wp-content/upgrade/pict/
https://ppg.umuslim.ac.id/wp-content/img/
https://ula.kemendagri.go.id/assets/image/
https://sso-obe.ft.unsri.ac.id/asset/zgacor/
http://pmb.baritoutarakab.go.id/
https://demafuad.iainponorogo.ac.id/wp-includes/pil/
https://senat.iainponorogo.ac.id/wp-includes/sell/
https://tracerstudy.untika.ac.id/wp-includes/tell/
https://maxwin.baritoutarakab.go.id/
https://mgmpbhsindo.sman4palangkaraya.sch.id/admin/
KDEI Taipei - Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia

Berita Bidang Perindustrian

Penyelenggaraan the 5th Steel Dialogue untuk Memperkuat Kerja Sama Industri Baja antara Indonesia & Taiwan

Dalam rangka memperkuat kerja sama industri antara Indonesia dan Taiwan, khususnya di sektor baja, pada hari Kamis tanggal 24 November 2022, telah dilaksanakan the 5th Indonesia-Taiwan Steel Dialogue secara virtual. Acara yang diselenggarakan rutin setiap tahun ini merupakan forum dialog antara kedua belah pihak termasuk para pelaku industri untuk mengevaluasi kerja sama industri sektor baja yang telah berjalan dan juga membahas potensi kerja sama lain yang dapat dikembangkan antara Indonesia dan Taiwan yang dapat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi keduanya.

Kepala KDEI Taipei, Bapak Budi Santoso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama lima tahun terakhir ini, sektor logam dasar, produk logam, dan peralatan industri non-mesin menyumbang 31% dari total investasi Taiwan di Indonesia. Adapun total nilai perdagangan antara Indonesia dan Taiwan di tahun 2021 pada sektor produk baja adalah sebesar USD 2,94 Miliar, dan di tahun 2022 total nilai perdagangan sampai bulan Oktober ini adalah sebesar USD 2,53 Miliar, atau meningkat sebesar 6,41% dibanding periode yang sama di tahun lalu. Angka-angka tersebut menunjukkan semakin kuatnya kerja sama industri antara Indonesia dan Taiwan di sektor baja. Kepala KDEI Taipei juga menekankan bahwa kerja sama tidak hanya diinterpretasikan hanya sebatas peningkatan investasi dan pembukaan akses pasar saja, tapi juga harus mencakup dalam hal membuka akses sumber daya industri seperti antara lain, transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta yang tidak kalah pentingnya juga adalah akses membuka jejaring produksi global, agar industri baja Indonesia dan Taiwan dapat membuka akses bersama ke pasar yang lebih luas.

Beberapa hal yang menjadi pembahasan dalam Steel Dialogue ke-5 ini adalah, status perkembangan terakhir dari ekonomi dan sektor industri baja di Indonesia dan Taiwan secara umum, pengaruh dari kebijakan fiskal tarif tinggi Indonesia terhadap baja impor yang berasal dari Taiwan, pembahasan terkait jadwal implementasi sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI), pembahasan terkait Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP), Green Steel Industry di Taiwan, Capacity Building, Kesempatan investasi dan kerja sama antara Indonesia dan Taiwan, serta terakhir pembahasan terkait rencana the 6th Steel Dialogue.
Share this Post:

Berita Terkait: