Menu

Siaran Pers KDEI (30)

Siaran Pers Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei

Ekspor non-migas Indonesia ke Taiwan pada Semester I-2018 capai rekor tertinggi sejak tahun 2016

 

Taipei, 18 September 2018 – Kementerian Keuangan Taiwan dalam data terbarunya mencatat ekspor non-migas Indonesia ke Taiwan pada Semester I-2018 mencapai USD 1,84 miliar atau meningkat 10,01% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Menurut Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI Taipei), Didi Sumedi, dalam periode semesteran, capaian tersebut merupakan yang tertinggi sejak tahun 2016. Pada Semester I-2016 ekspor non-migas Indonesia ke Taiwan sebesar USD 1,60 miliar, Semester II-2016 sebesar USD 1,54 miliar, Semester I-2017 sebesar USD 1,67 milliar dan Semester II-2017 sebesar USD 1,77 miliar.

Kinerja ekspor non-migas Indonesia ke Taiwan jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Diperkirakan paruh kedua tahun 2018, kinerja ekspor non-migas Indonesia ke Taiwan akan lebih baik lagi karena ada beberapa festival dan perayaan di Taiwan yang bisa menggenjot permintaan domestik Taiwan” ungkap Didi.

Ekspor non-migas Indonesia ke Taiwan utamanya adalah batu bara, baja, kapasitor elektrik, dan timah. Untuk timah, Indonesia mendominasi 65% pangsa impor Taiwan, selain kayu dan produk kertas (tisu dan lain-lain) yang juga mendominasi sebe sar 89% dan 79% pangsa impor Taiwan.

Selain itu Didi menambahkan bahwa upaya meningkatkan ekspor ke Taiwan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan promosi dan business forum. Dalam rangka partisipasi Trade Expo Indonesia (TEI) ke-33 di BSD City pada bulan Oktober mendatang, KDEI Taipei gencar menginformasikan kepada pelaku usaha Taiwan dalam berbagai kesempatan. Trade Expo Indonesia dinilai sebagai platform yang pas bagi pengusaha Taiwan untuk mencari produk yang diminati masyarakat di Taiwan. Berkaca pada keikutsertaan importir Taiwan di TEI tahun lalu, dua importir Taiwan sukses menjadi distributor produk makanan Indonesia di pasar Taiwan.

Sebetulnya upaya KDEI Taipei tidak terlepas hanya meningkatkan ekspor, tetapi juga menangkap peluang-peluang investasi dan kerja sama industri yang bisa meningkatkan kapasitas industri dalam negeri. Tahun 2017, rencana investasi Taiwan di Indonesia tumbuh 116% dibanding tahun sebelumnya.  

Kenaikan investasi dari perusahaan Taiwan di Indonesia dan kerja sama industri dapat meningkatkan kapasitas ekonomi nasional, dan diharapkan tentunya bisa berkontribusi dalam peningkatan ekspor non-migas Indonesia ke pasar global. Terutama investasi di sektor hilir yang dalam jangka panjang dapat mendorong diversifikasi produk ekspor nasional” ujarnya.

 

---KDEI-TAIPEI---

Read more...

Tingkatkan Pelindungan WNI/PMI di Taiwan KDEI Taipei Resmikan Shelter Baru di Kaoshiung

Kaohsiung, 8 Juli 18 -- KDEI Taipei terus melakukan berbagai inovasi dan terobosan dalam peningkatan pelayanan publik khususnya dalam pelindungan WNI/PMI di Taiwan. Salah satunya adalah pembukaan shelter baru di wilayah Kaohsiung, kota terbesar kedua di Taiwan dengan jumlah PMI sebanyak 22.291 orang (Update Mei 2018, Data MOL Taiwan), dengan rincian sektor formal 6.463, sektor informal 15,828.

Pembukaan shelter baru di Kaohsiung dilaksanakan hari Minggu, tanggal 8 Juli 2018, diresmikan oleh Sekjen Kementerian Perdagangan RI, Bapak Karyanto Suprih, didampingi Kepala KDEI Taipei, Bapak Robert J Bintaryo beserta jajarannya. Turut hadir perwakilan stakeholder terkait antara lain dari Perwakilan Bureau of Labor Affairs Kaohsiung, National Immigration Agency Kaohsiung, Kepolisian Chianzhen District, tokoh masyarakat/warga setempat serta WNI/PMI di sekitar Kaohsiung.

Dalam sambutannya Kepala KDEI Taipei menyampaikan gambaran umum tentang peran existing Shelter KDEI Taipei dalam pelindungan WNI/PMI di Taiwan. Saat ini KDEI Taipei telah memiliki tiga shelter yang berada di Taoyuan, Chungli dan Taichung. 

Peranan Shelter KDEI Taipei sangat membantu dalam proses penanganan permasalahan WNI/PMI di Taiwan. Berbagai permasalahan khusus yang diselesaikan antara lain penanganan permasalahan human trafficking, kekerasan seksual, penganiayaan, pendampingan kasus hukum serta permasalahan lainnya.

“Dengan pembukaan shelter baru ini diharapkan menjadi rumah pelindungan baru yang dapat menjangkau wilayah selatan Taiwan dan sekitarnya. Selain sebagai pusat pelayanan pelindungan, Shelter juga dapat berperan sebagai center untuk kegiatan pemberdayaan WNI/PMI di Taiwan, tempat sosialisasi, pelatihan maupun kegiatan positif lainnya. Eksistensi shelter baru ini kami harapkan nantinya akan memudahkan koordinasi dan sinergitas KDEI Taipei dengan instansi/mitra kerja terkait bidang ketenagakerjaan di Kaohsiung misalnya dengan Pemkot Kaohsiung, BLA Kaohsiung, NIA, Kepolisian, serta pihak lainnya”, ujar Kepala KDEI Taipei dalam mengakhiri sambutannya.

Sekjen Kemendag RI mengapresiasi pemerintah Kaohsiung serta berbagai pihak yang telah mendukung dalam pendirian shelter baru ini, guna untuk melindungi kepentingan Indonesia maupun Taiwan.

Turut berpesan kepada WNI/PMI yang hadir agar tetap menjaga ketertiban, mematuhi peraturan dan tata tertib setempat, menyesuaikan diri dengan peraturan setempat serta jangan melanggar hukum.

“Silahkan berkonsultasi dan datang disini bila ada masalah, tempat ini khusus untuk memberikan perlindungan kepada WNI/PMI”, tegasnya sesaat sebelum meresmikan Shelter KDEI Kaohsiung.

Acara pemotongan tumpeng menandai diresmikannya Shelter KDEI di Kaohsiung, yang diakhiri dengan syukuran serta pembacaan doa bersama.

Shelter keempat KDEI Taipei tersebut memiliki daya tampung maksimal 18 orang, diketuai oleh Andy Immanuel, Staf Bidang Ketenagakerjaan. Lokasinya tergolong strategis di pusat kota Kaoshiung, dengan alamat高雄市前鎮區翠亨北路438號 atau No.438, Cuiheng N.Rd., Qianzhen Dist., Kaohsiung City, No. Telp. 07-8415022, Fax 07-8415422

 

---KDEI-TAIPEI---

 

Read more...

Gencarkan Misi Dagang, Kemendag Boyong 79 Pelaku Usaha Indonesia ke Taiwan

Taipei, 22 Maret 2018 – Usai sukses melakukan misi dagang ke Selandia Baru, Kementerian Perdagangan melanjutkan misi dagang ke Taiwan yang dipimpin Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda dengan memboyong 79 pelaku usaha Indonesia. Misi dagang ini berlangsung pada 22--25 Maret 2018 dalam rangkaian pameran Indonesian Week 2018.

Para pelaku usaha yang berpartisipasi berasal dari berbagai sektor yang menjanjikan yaitu fesyen dan aksesori, alas kaki, makanan dan minuman, kertas, industri properti, tekstil, kopi, teh, produk kelapa sawit, biodiesel, agen perjalanan, dan pekerja terampil.

"Kemendag terus menggencarkan misi dagang di berbagai kawasan untuk menggenjot ekspor dan mencapai target pertumbuhan ekspor sebesar 11%," ungkap Arlinda.

Kemendag bersinergi dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei menyelenggarakan Indonesian Week 2018 di Taiwan World Trade Center, sebuah pusat perdagangan terbesar di Taiwan.

Indonesian Week 2018, lanjut Arlinda, terdiri atas beberapa rangkaian kegiatan, yaitu pameran produk, forum bisnis, business matching, forum konsultasi, pentas budaya, serta kompetisi kuliner, dan kompetisi peragaan busana batik. 

"Kegiatan ini bertujuan memberikan berbagai informasi dan memfasilitasi para pelaku usaha dari kedua pihak untuk bertemu dan mendapatkan mitra bisnis. Kegiatan ini juga merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan perdagangan, kerja sama, dan menciptakan iklim usaha yang saling menguntungkan bagi kedua pihak,” jelas Arlinda. 

Kepala KDEI Robert James Bintaryo berharap, melalui acara ini masyarakat Taiwan dapat mengetahui lebih banyak tentang Indonesia, tertarik untuk mengunjungi Indonesia, dan dapat melakukan bisnis dengan pelaku usaha Indonesia.

Pada forum bisnis, para pelaku usaha akan diberikan informasi mengenai hal-hal yang menyangkut kebijakan, peluang bisnis dan investasi, serta peluang kerja sama bagi kedua pihak. "Pada kesempatan ini, Kemendag akan mempromosikan berbagai komoditas ekspor premium, seperti kopi, minyak sawit mentah, serta jasa," imbuh Arlinda.

 Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 dan eksportir kopi terbesar ke-7 di dunia. Di antara kopi berkualitas tinggi dari Indonesia, yang umumnya dikenal di dunia sebagai "Kopi Premium" adalah kopi Jawa, Mandailing, Gayo, dan Toraja. Ekspor kopi Indonesia ke dunia pada tahun 2017 tumbuh sebesar 17,71% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara, ekspor kopi Indonesia ke Taiwan pada 2017 sebesar USD 18,49 juta. Potensi ini diyakini dapat terus ditingkatkan.

Komoditas ekspor lain yang berkontribusi secara signifikan terhadap pendapatan devisa adalah minyak kelapa sawit. Indonesia merupakan penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia dengan ekspor senilai USD 20,7 miliar pada tahun 2017 dan pangsa sebesar 47,93% dari total pasar kelapa sawit dunia.

Arlinda menggarisbawahi bahwa sektor minyak kelapa sawit memainkan peranan penting dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia, sumber pendapatan bagi 5,3 juta lapangan kerja langsung, dan meningkatkan penghidupan 21 juta keluarga petani kecil.

Ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke Taiwan pada 2017 mencapai USD 2,09 juta atau meningkat sebesar 27,39% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar USD 1,64 juta. Sementara itu, impor minyak kelapa sawit Taiwan pada 2017 dari pasar dunia mencapai USD 176,17 juta dengan kontribusi pangsa pasar minyak kelapa sawit di Taiwan hanya 4,66%. 

Indonesia berkomitmen memperbaiki cara produksi agar lebih berkelanjutan secara ekonomi, lingkungan, dan sosial. Menurut skema Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO), Indonesia merupakan produsen terbesar Certified Sustainable Palm Oil. “Indonesia siap memenuhi permintaan minyak sawit lestari 100% yang berkualitas tinggi. Saat ini Indonesia memasok 6,58 juta ton atau lebih dari setengah CSPO di pasar global,” tegas Arlinda.

Sementara pada kegiatan business matching, 79 pengusaha Indonesia akan dipertemukan dengan 144 pelaku usaha Taiwan. “Diharapkan para pelaku bisnis dari kedua pihak dapat menggunakan kesempatan ini untuk menjalin hubungan dan berdiskusi lebih detail mengenai produk dan jasa yang diminati,” ujar Arlinda.

Sedangkan di sektor jasa, Pemerintah telah menetapkan beberapa target pasar untuk ekspor pekerja terampil. Taiwan merupakan salah satu negara tujuan untuk mengirimkan pekerja migran formal/profesional Indonesia.

“Untuk mewujudkan target ini, kami membawa serta para perwakilan dari Badan Penempatan dan Perlindungan Buruh Migran Indonesia (BNP2TKI), Asosiasi Penempatan Migran Indonesia (ASPATAKI), dan Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI). Mereka siap bekerja sama dengan rekan-rekan dari Taiwan untuk menempatkan pekerja terampil yang bekerja di sektor seperti perhotelan, kesehatan, manufaktur, konstruksi, minyak dan gas,” kata Arlinda.

Di sektor pariwisata, upaya promosi wisata Indonesia di Taiwan dilaksanakan melalui program misi penjualan, partisipasi pada pameran wisata internasional, peran aktif mahasiwa Indonesia melalui berbagai pertunjukan budaya, serta didukung dengan adanya layanan bebas visa ke Indonesia. Pada periode Januari--November 2017, tercatat sebanyak 168.183 orang turis Taiwan ke Indonesia, terjadi kenaikan sebesar 2,95% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Begitu juga dengan jumlah turis Indonesia yang berkunjung ke Taiwan pada periode Januari--November 2017 mengalami kenaikan sebesar 2,31%, yaitu sebanyak 171.796 orang. Data tersebut menempatkan Indonesia di posisi urutan ke-6 di antara negara-negara tujuan wisatawan Taiwan di wilayah ASEAN.

Total perdagangan antara Indonesia dengan Taiwan meningkat sebesar 14,21% dari tahun 2016 ke tahun 2017. Indonesia mengalami surplus terhadap Taiwan di tahun 2017 sebesar USD 960 juta dari total perdagangan USD 7,5 miliar. Produk ekspor nonmigas terbesar Indonesia ke Taiwan antara lain batu bara, timah, tripleks, tembaga, karet, produk kertas, serta sotong dan cumi-cumi.    

Read more...

Siaran Pers KDEI Semester II 2017

Ekspor ke Taiwan Tahun 2017 Naik,

Indonesia Surplus Perdagangan USD 1,47 miliar

 

Taipei, 7 Februari 2018 – Ekspor Indonesia ke Taiwan terus mengalami peningkatan. Pada periode Januari–November tahun 2017 Ekspor Indonesia ke Taiwan mencapai USD 4,4 miliar, meningkat 12,06% dibandingkan periode yang sama di tahun 2016. Selama periode Januari–November tahun 2017, Indonesia mengalami surplus perdagangan USD 1,47 miliar dari perdagangan dengan Taiwan. Angka ini naik 3,06% dibandingkan periode yang sama tahun 2016.

“KDEI Taipei akan terus mendorong peningkatan ekspor ke Taiwan dan kita harapkan Indonesia selalu surplus perdagangan dengan Taiwan,” ungkap Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei Robert J. Bintaryo

Selama Januari–November tahun 2017 total keseluruhan perdagangan Taiwan dengan Indonesia mencapai USD 7,34 miliar atau naik sebesar 14,06% (yoy) dibandingkan periode yang sama di tahun 2016. Saat ini, Indonesia menjadi negara asal impor urutan ke-10 dengan nilai USD 4,406 miliar atau 1,86% dari total impor Taiwan.

Ekspor utama Indonesia ke Taiwan tahun 2017, didominasi oleh batu bara, gas alam, minyak mentah, kapasitor elektrik, dan timah yang belum ditempa.

Untuk tahun 2018 ekspor Indonesia ke Taiwan ditargetkan naik 7,8%. Sedangkan untuk produk target ekspor antara lain produk makanan dan minuman, furnitur, kerajinan, pertanian, bahan tambang, alas kaki, garmen, dan perikanan.

Sementara itu, impor utama Indonesia dari Taiwan didominasi oleh minyak bumi olahan, kain rajutan, kondensor untuk tenaga uap, kain dari serat sintetis, serta mesin untuk manufaktur produk plastik dan karet.

Robert menjelaskan, KDEI-Taipei secara berkelanjutan melakukan promosi produk Indonesia dengan berpartisipasi dalam pameran berskala internasional di Taiwan. Selama tahun 2017,

pameran yang diikuti antara lain Taiwan International Halal Expo, Taiwan Fisheries and Seafood Show 2017, dan Agriculture Week 2017, serta Taiwan Coffee Show 2017.

Selain itu, strategi yang dilakukan untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Taiwan antara lain misi dagang, misi pembelian yang juga terintegrasi dengan promosi investasi, pariwisata, dan kerja sama industri. “KDEI Taipei juga memfasilitasi pengusaha Indonesia dan Taiwan dalam kegiatan business matching sebagai tindak lanjut baik dari inquiry eksportir maupun importir Taiwan,” pungkas Robert.

 

---KDEI-TAIPEI---

Read more...

Siaran Pers KDEI Semester I 2017

Perdagangan Hingga Mei 2017 Meningkat,
Kepala KDEI Optimis Perdagangan Indonesia-Taiwan Makin Maju

 

Taipei, 25 Juli 2017 – Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Robert James Bintaryo mengungkapkan beberapa capaian membanggakan sektor perdagangan dan investasi Indonesia dengan Taiwan. Pada periode Januari-Mei 2017, total perdagangan Taiwan dengan Indonesia mencapai sekitar USD 3,40 miliar, naik 17,28% dibandingkan periode yang sama di 2016. Indonesia mengalami surplus perdagangan USD 678,53 juta, naik 24,77% dibandingkan periode yang sama tahun 2016.

“Ekspor Indonesia ke Taiwan pada periode Januari-Mei 2017 mengalami peningkatan 18,47% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2016. Saat ini Indonesia menjadi negara asal impor urutan ke-10 dengan total nilai USD 2,04 milyar atau 1,95% dari total impor Taiwan. Capaian positif ini memberikan optimisme bagi peningkatan kinerja perdagangan Indonesia-Taiwan di masa depan. Kami akan bekerja lebih baik lagi,” ujar Robert.

Adapun produk impor nonmigas Taiwan dari Indonesia untuk periode Januari-Mei 2017 adalah batu bara (HS 2701), nikel (HS 7501), dan timah tak ditempa (HS 8001). Robert mengungkapkan bahwa masih banyak produk Indonesia yang mendominasi impor Taiwan, antara lain kayu, produk tisu, dan makanan olahan hewani.

Robert mengungkapkan, guna meningkatkan penetrasi produk Indonesia di pasar Taiwan, KDEI-Taipei berpartisipasi dalam Halal Expo 2017 di Taipei. 

Dari hasil keikutsertaan Indonesia dalam pameran tersebut, tercatat estimasi transaksi sebesar USD 615.773,- atau sekitar Rp 8,2 Milyar. Perusahaan yang mencatatkan transaksi terbesar adalah CV. Karya Omega dan PT. Javara dengan masing-masing transaksi sebesar USD 271.000,- (sekitar Rp 3,6 Milyar) dan USD 94.300,- (sekitar Rp 1,3 milyar).

“Salah satu faktor penting yang dimiliki kedua perusahaan sehingga sukses di Halal Expo tersebut adalah keunikan produk dan keselarasan pengemasan yang sesuai dengan preferensi pasar Taiwan” lanjut Robert.

Sebelumnya pada 29 Maret 2017, KDEI juga berpartisipasi dalam Sourcing Taiwan 2017. Sebanyak 32 perusahaan dari sektor industri mesin, elektronik dan telematika, jasa, e-commerce, peralatan olah raga, busana/fesyen, kosmetik, makanan dan pertanian, peralatan otomotif, dan green energy turut berpartisipasi. Tercatat juga adanya inquiries produk karet dan karet olahan, produk logam untuk peralatan industri, kerajinan tangan kayu, kopi bubuk, saus cabe, peralatan fitness, dan makanan organik.

Selain sektor perdagangan, perkembangan sektor investasi dengan Taiwan juga menunjukkan peningkatan positif. Total capaian rencana investasi (Izin Prinsip) langsung dari Taiwan periode Januari - Mei 2017 sebesar USD 161,3 juta. Capaian ini meningkat 113% yoy dan sudah mencapai 56% dari total target di tahun 2017.

 

Investasi Lebih dari USD 220 Juta

Sementara itu, Robert juga menegaskan KDEI akan terus bekerja keras mengawal tumbuhnya realisasi investasi Taiwan di Indonesia yang tercatat lebih dari USD 220 juta. Robert merinci perusahaan yang serius akan berinvestasi di Indonesia. Salah satu di antaranya berminat investasi di bidang usaha industri garam beserta produk turunannya senilai USD 120 juta. 

“Perusahaan sedang mengevaluasi hasil feasibility study (FS) selama 3 bulan dan kemudian akan memutuskan lokasi proyeknya. KDEI akan terus menindaklanjuti rencana tersebut dengan memberikan informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk mempercepat FS-nya,” tegas Robert.

Ada pula perusahaan asal Taiwan yang berminat berinvestasi di bidang industri penggilingan beras senilai USD 13 juta. Dan perusahaan dengan minat investasi di bidang industri komponen sepatu senilai USD 10 juta. 

“Untuk perusahaan tersebut, rencana tindak lanjutnya adalah memfasilitasi pengajuan izin prinsip secara online,” lanjut Robert.

Selanjutnya salah satu perusahaan pupuk asal Taiwan juga berminat melakukan investasi di Indonesia dan sedang menjajaki kerja sama dengan PT. Pupuk Indonesia saat kunjungan Menteri Pertanian Taiwan ke Indonesia pada 5-9 April 2017 lalu.

 

Perkembangan Pariwisata dan Industri

Jumlah kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia (periode Januari-Februari 2017) berjumlah 33.702 orang atau naik 15,3% dibandingkan periode tahun sebelumnya. Oleh karena itu, KDEI terus berupaya menggenjot peningkatan wisatawan dari Taiwan dengan melaksanakan Pameran Budaya Indonesia bertajuk Memahami Indonesia Melindungi Taiwan di kota Taichung yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Taiwan. KDEI juga melakukan kunjungan ke kantor Biro Pariwisata Taiwan untuk membahas peningkatan aktivitas pariwisata antara Taiwan dan Indonesia. 

“KDEI juga berpartisipasi dalam pagelaran budaya Indonesia bertajuk Indonesia Cultural Day 2017 di National Central University, serta berpartisipasi dalam Indonesia Festival 2017 di National Pingtung Univeristy Science and Technology. KDEI juga mempromosikan destinasi wisata baru di Indonesia yang disebut 10 New Bali di situs resmi KDEI,” jelas Robert.

Di samping itu, kerja sama industri dengan Taiwan juga menunjukkan peluang yang semakin besar. Pada Taiwan-Indonesia Industrial Collaboration Summit (TIICS) di Kaohsiung, 29-31 Maret 2017 telah dilakukan penandatanganan 6 nota kesepahaman (MoU) oleh beberapa industri, asosiasi, dan perusahaan. Bebrapa bidang yang mulai digarap antara lain yaitu transfer teknologi, pelatihan bakat, serta penelitian dan pengembangan untuk energi hidrogen.

“Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi titik awal kerja sama industri antara Taiwan dan Indonesia,” pungkas Robert.

 

--selesai--

Sumber: Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia, Taipei, Taiwan

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan Desember 2016

Perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Oktober 2016 naik 28,34% (mom), dengan ekspor tercatat USD 441,12 juta, naik 29,17% (mom) dan surplus USD 184,13 juta, naik 32,40% (mom).

 

Kinerja Perdagangan Taiwan - Dunia

Selama periode Januari-Oktober 2016, total perdagangan Taiwan dengan Dunia mencapai USD 418,39 milyar, turun 2,15 persen (yoy), dengan mencapai surplus sebesar USD 40,33 milyar. Kontribusi terbesar total perdagangan Taiwan Tersebut berasal dari perdagangan dengan negara-negara di kawasan Asia, dengan kontribusi 66,63 persen. Sementara, total perdagangan Taiwan dengan ASEAN mencapai USD 56,77 milyar, atau naik 2,18 persen (yoy).

Total ekspor Taiwan ke Dunia selama periode Januari-Oktober 2016 mencapai USD 229,36 milyar, atau turun 2,90 persen (yoy), dengan negara utama tujuan ekspor Taiwan meliputi Rep. Rakyat Tiongkok, Hongkong, dan Amerika Serikat yang berkontribusi sebesar 51,65 persen. Sementara, total impor Taiwan dari Dunia mencapai USD 189,03 milyar, atau turun 1,21 persen (yoy), dengan negara utama asal impor Taiwan meliputi Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat dengan kontribusi sebesar 49,33 persen.

Produk ekspor utama Taiwan ke Dunia selama periode Januari-Oktober 2016 meliputi komponen elektrikal, memori, minyak, motor listrik dan generator, dan komponen optik&fotografi. Sementara, produk impor utama Taiwan dari Dunia meliputi komponen elektrikal, minyak mentah mengandung bitumen, komponen permesinan&mekanikal, dan memori.

 

Kinerja Perdagangan Taiwan - Indonesia

Aktivitas total perdagangan Indonesia-Taiwan pada bulan Oktober 2016 mencapai USD 698,11 juta, naik 28,34 persen (mom), dengan surplus sebesar USD 184,13 juta. Secara kumulatif, total perdagangan Indonesia-Taiwan (periode Jan-Okt) mencapai USD 5,88 milyar, atau turun 24,92 persen (yoy), dengan surplus sebesar USD 1,35 milyar.

Nilai Ekspor Indonesia ke Taiwan pada bulan Oktober 2016 mencapai USD 441,12 juta, atau naik 29,17 persen (mom), sedangkan nilai impor Indonesia dari Taiwan mencapai USD 256,99 juta, atau naik 26,95 persen (mom). Secara kumulatif (Jan-Okt), nilai ekspor Indonesia mencapai USD 3,61 milyar, atau turun 31,30 persen (yoy), sedangkan nilai impor tercatat USD 2,26 milyar.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada periode Januari-Oktober 2016 didominasi oleh batu bara USD 851,80 juta, gas alam USD 701,06 juta, minyak mentah USD 286,57 juta, nikel USD 116,81 juta, logam termasuk emas USD 112,93 juta. Sementara, produk impor utama dari Taiwan didominasi oleh kain rajutan (dicelup) USD 86,12 juta, sirkuit elektronik USD 47,19 juta, minyak (bukan mentah) USD 50,88 juta, ikan tuna USD 30,94 juta, dan serat buatan USD 26,65 juta.

Sepanjang tahun 2016, ekspor Indonesia ke Taiwan terus mengalami tekanan terutama juga dipengaruhi oleh turunnya permintaan industri Taiwan dari pasar Dunia terhadap sejumlah produk seperti pada impor logam termasuk emas (turun 27,80 persen), minyak (turun 19,70 persen), besi-baja (turun 17,18 persen), dan kimia organik (turun 12,15 persen).

 

Perkembangan Investasi

Berdasarkan FDI Markets, the Financial Times, investasi Taiwan ke Dunia selama tahun 2016 (s.d. Q3) sebesar USD 5,6 milyar, atau turun 41,01 persen (yoy). Sementara, nilai investasi Taiwan ke ASEAN mengalami peningkatan sebesar 250 persen (yoy), dengan nilai sebesar USD 3,5 milyar. Secara khusus, total realisasi investasi Taiwan ke Indonesia (s.d. Q3/2016) mencapai USD 118,0 juta, atau tumbuh 23 persen (yoy) dengan sektor utama pada industri kertas, industri mineral non logam, industri karet, dan industri plastik.

 

Perkembangan Pariwisata Tahun 2016

Wisatawan Taiwan yang berkunjung ke luar negeri (Asia, Amerika, Eropa Oceania dan Afrika) hingga bulan November 2016 mencapai 13.515.583 orang (12.549.722 orang berkunjung ke Asia), atau naik 10,79 persen (yoy), dan naik 9,83 persen (yoy) bagi wisatawan Taiwan ke Asia.

Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia selama Januari-Nopember 2016 mencapai 163.350 orang, atau turun  1,33  persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan selama Januari-Nopember 2016 mencapai 167.905 orang, atau naik 4,96 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Pelayanan WNI

Sepanjang tahun 2016, KDEI-Taipei telah memberikan layanan keimigrasian kepada WNI berupa penggantian paspor sebanyak 25.991 buah (naik 204,3 persen, yoy), permohonan SPLP sebanyak 4.858 buah (20,4 persen, yoy), dan surat keterangan (affidavit) sebanyak 40 buah (turun 32,2 persen, yoy). Sementara, layanan pengesahan dokumen kekonsuleran dan ketenagakerjaan telah diberikan sebanyak 101.572 dokumen, atau naik 8,55 persen, meliputi pengesahan dokumen perjanjian kerja, surat kuasa, dan dokumen konsuler lainnya.

 

Penanganan Ketenagakerjaan

Menurut data The Ministry of Labor (MoL) Taiwan hingga November 2016, total TKI di Taiwan sebanyak 243.136 orang (24,94 persen pada Lembaga Berbadan Hukum, 75,06 persen pada sektor domestik), atau naik 2,83 persen (yoy). Sementara, total pengaduan TKI selama tahun 2016 mencapai 1.051 kasus (950 kasus selesai). Jika dibandingkan dengan tahun 2015, total pengaduan TKI tercatat turun sebesar 2,87 persen dibanding tahun 2015. Beberapa kasus yang telah dilaksanakan pada bulan Desember 2016 antara lain (i) fasilitasi pemulangan jenazah TKI a.n Trias Tomi (sakit koma infeksi usus dan paru-paru), Sutrisno (ABK LG jatuh di laut), dan Maikhel Sembiring (hilang di laut), (ii) fasilitasi pemulangan TKI bermasalah a.n Sunarmi (TKI Sakit), Intan Rosdiana (kaburan membawa anak), Maikhel Sembiring (Hilang di laut), Nurul Hidayati (ingin pulang), Supiyati (kecelakaan lalu lintas), Veronika (sakit Leukimia) dan Sutersih (sakit TBC), (iii) fasilitasi klaim asuransi TKI korban kekerasan seksual a.n. Siti Zulaiyanah Bt Buyono, dan (iv) penanganan TKI Sakit a.n Titin Maryati (sakit ginjal) dan Ismoro (sakit karena pengeroyokan).

---KDEI-TAIPEI---

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan November 2016

Ekspor non migas Indonesia ke Taiwan bulan Agustus mencapai USD 254,26 juta, naik 2,41% (mom), dan surplus perdagangan tercatat USD 131,81 juta.

Total transaksi Taiwan di TEI mencapai rekor baru sebesar USD 30,79 juta.

 

Kinerja Perdagangan Taiwan - Dunia

Selama periode Januari-Agustus 2016, total perdagangan Taiwan dengan Dunia mencapai USD 328,55 milyar, turun sebesar 5,05 persen (yoy), dengan mencapai surplus sebesar USD 31,58 milyar. Kontribusi terbesar total perdagangan Taiwan tersebut berasal dari perdagangan dengan negara-negara di kawasan Asia, dengan kontribusi sebesar 64,14 persen. Sementara, total perdagangan Taiwan dengan ASEAN mencapai USD 50,44 milyar, atau turun 7,57 persen (yoy).

Total ekspor Taiwan ke Dunia selama periode Januari-Agustus 2016 mencapai USD 180,06 milyar, atau turun 5,11 persen (yoy), dengan negara utama tujuan ekspor Taiwan meliputi Rep. Rakyat Tiongkok, Hong Kong, Amerika Serikat yang berkontribusi sebesar 51,00 persen. Sementara, total impor Taiwan dari Dunia mencapai USD 148,48 milyar, atau turun 4,98 persen (yoy), dengan negara utama asal impor Taiwan meliputi Rep. Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat.

Produk ekspor utama Taiwan ke Dunia selama periode Januari-Agustus 2016 meliputi komponen elektrikal, komponen permesinan & mekanikal, plastik, komponen optik&fotografi. Sementara, produk impor utama Taiwan dari Dunia selama periode Januari-Agustus 2016 meliputi komponen elektrikal, komponen permesinan & mekanikal, minyak, dan kimia organik.

Kinerja Perdagangan Taiwan - Indonesia

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan pada bulan Agustus 2016 mencapai USD 561,17 juta, turun 12,46 persen (mom), dengan surplus sebesar USD 131,81 juta. Secara kumulatif, total perdagangan Indonesia-Taiwan (periode Jan-Agt) mencapai USD 4,64 milyar, atau turun 28,12 persen (yoy), dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD 1,03 milyar.

Nilai ekspor Indonesia ke Taiwan pada bulan Agustus 2016 mencapai USD 346,49 juta, atau turun 10,00 persen (mom), sementara nilai impor Indonesia dari Taiwan mencapai USD 214,68 juta, atau turun 16,15 (mom). Secara kumulatif (Januari-Agustus), nilai ekspor Indonesia mencapai USD 2,83 milyar, atau turun 34,22 persen (yoy), sedangkan nilai impor Indonesia mencapai USD 1,80 milyar.

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada periode Januari-Agustus 2016 didominasi oleh batu bara USD 688,06 juta, gas alam USD 523,59 juta, minyak mentah USD 201,94 juta, metal termasuk emas USD 112,93 dan nikel USD 96,68 juta. Sementara produk impor utama periode Januari-Agustus 2016 adalah kain rajutan (dicelup) USD 69,31 juta , komponen elektronik USD 38,35 juta, minyak (bukan mentah) USD 36,08 juta, ikan tuna USD 29,38 juta dan Ethylene USD 24,46.

Transaksi pada International Exhibition 2016

Nilai total transaksi buyers Taiwan pada Trade Expo Indonesia 2016 bulan Oktober 2016 di Jakarta mencapai USD 30,79 juta. Selain itu, telah dilakukan penandatanganan MoU antara Lead Data Inc Taiwan dengan PT. Semen Tonasa dengan nilai USD 11,4 juta, dan MoU antara Scan-D Corporation Taiwan dengan CV. Roda Jati Semarang dan CV. Mulya Abadi dengan nilai USD 4,12 juta.

Sementara, produk perikanan Indonesia pada Taiwan Fisheries and Seafood Expo TIFSS 2016 bulan Nopember 2016 di Kaohsiung Taiwan membukukan estimasi kontak dagang senilai USD 9,78 juta. Selain itu, Indonesia juga berpartisipasi pada Taiwan International Fruits & Vegetables Show (TFVS) bulan Nopember 2016 di Taipei dengan estimasi kontak dagang sebesar USD 1,01 juta. Dalam kesempatan lain, transaksi yang tercatat pada Tea, Coffee, and Wine Expo 2016 mencapai USD 4,12 juta, meningkat lebih dari 150%. 

Perkembangan Investasi

Berdasarkan FDI Markets, the Financial Times, investasi Taiwan ke Dunia selama tahun 2016 (s.d. Q3) sebesar USD 5,6 milyar, atau turun 41,01 persen (yoy). Sementara, nilai investasi Taiwan ke ASEAN mengalami peningkatan sebesar 250 persen (yoy), dengan nilai sebesar USD 3,5 milyar. Secara khusus, total realisasi investasi Taiwan ke Indonesia (s.d. Q3/2016 mencapai USD 118,0 juta, dengan sektor utama pada industri kertas, industri mineral non logam, industri karet, dan industri plastik.

Perkembangan Pariwisata Tahun 2016

Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia pada bulan Agustus 2016 mencapai 14.408 orang, sementara jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan mencapai 14.898 orang. Secara kumulatif, jumlah wisatawan Taiwan berkunjung ke Indonesia periode Januari-Agustus 2016 mencapai 118.875 orang, atau turun 6,29 persen (yoy), sedangkan jumlah wisatawan Indonesia berkunjung ke Taiwan mencapai 120.174 orang, atau naik 1,58 persen (yoy).

Penanganan Ketenagakerjaan

Menurut data The Ministry of Labor (MoL) Taiwan hingga September 2016, total TKI di Taiwan sebanyak 239.257 orang (24,61 persen pada Lembaga Berbadan Hukum, 75,39 persen di domestik).

Sementara, total pengaduan TKI pada bulan Oktober mencapai 112 kasus (85 kasus selesai, 27 masih proses), naik 46,43 persen (mom). Secara kumulatif, hingga 31 Oktober 2016 total pengaduan TKI mencapai 789 kasus (700 kasus selesai, 89 masih proses). Beberapa kasus yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 antara lain (i) fasilitasi Asuransi dan Santunan Kematian 4 (empat) ABK Nelayan Korban Tabrakan Kapal di Perairan Chuwei, (ii) santunan bagi korban gempa Tainan untuk TKI a.n Ellisabet Sami, dan (iii) Fasilitasi pemulangan jenazah bayi TKI a.n Tin Yustika. ---KDEI-TAIPEI---

 

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan April 2016

  Momentum awal tahun, perdagangan Indonesia-Taiwan tercatat USD 641,11 juta, naik 19,68 persen (mom)

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Desember 2015 mencapai USD 535,68 juta, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Nopember 2015 yang mencapai USD 645,87 juta, turun 17,06 persen. Penurunan tersebut dipicu oleh turunnya transaksi perdagangan migas sebesar 61,38 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan Desember 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 40,32 persen (yoy). Namun, secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Desember 2015 mencapai USD 9,01 milyar, turun 19,79 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan tahun 2015 secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan. Selain itu, melemahnya nilai tukar NT Dollar dan Rupiah terhadap US Dollar sepanjang tahun 2015 juga turut memicu menurunnya tingkat permintaan diantara keduanya.

Relatif meningkatnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Januari 2016 berbanding lurus dengan neraca perdagangan yang menujukkan angka surplus bagi Indonesia, yakni sebesar 57,96 persen (mom), mencapai USD 165,25 juta, namun bila dibandingkan bulan Januari 2015 mengalami penurunan sebesar 61,47 persen (yoy), yang pada bulan Januari 2015 mencapai USD 428,93 juta. Peningkatan pada Januari 2016 tersebut utamanya didorong oleh meningkatnya neraca perdagangan migas yang mencapai 153,67 persen (mom). 

Meski penurunan yang terjadi di tahun 2015 berakibat dari tekanan ekonomi, namun pada Januari 2016 dapat ditinjau adanya pergerakkan positif dalam neraca perdagangan Indonesia-Taiwan. KDEI- Taipei akan terus-menurus melakukan pengembangan dan penajaman fokus pada sejumlah faktor pendorong pertumbuhan perdagangan antara Indonesia-Taiwan, seperti Letter of Intent antara KDEI dan TETO yang ditandatangani pada 11 Maret 2016 lalu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia-Taiwan sehingga dapat mencapai kembali nilai perdagangan sesuai dengan yang telah ditargetkan. 

 

Nilai ekspor Indonesia ke Taiwan pada bulan Januari 2016 mencapai USD 403,18 juta, atau naik 25,94 persen dibandingkan nilai Desember 2015 (mom), namun turun 15,37 persen dibanding bulan Januari 2015 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 72,19 persen terhadap nilai ekspor. Meningkatnya performa ekspor Indonesia bulan Januari 2016 dipengaruhi oleh peningkatan kinerja baik ekspor migas (naik 150,86 persen) maupun non migas yang naik 5,67 persen (mom). Meski nilai ekspor Indonesia ke Taiwan sejak September 2015 terus mengalami penurunan, akan tetapi dapat dilihat adanya kemajuan postif yang terjadi pada bulan Januari 2016 pada nilai ekspor migas dan non migas, dan diharapkan akan menjadi momentum untuk terus meningkat.

Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Januari 2016 mencapai USD 237,93 juta, atau naik 10,39 persen dibanding bulan Desember 2015 (mom). Apabila dibandingkan dengan Januari 2015, impor Indonesia turun sebesar 15,37 persen (yoy). 

Bertambahnya permintaan produk migas dari Indonesia berkontribusi besar akan kenaikan total impor Indonesia dari Taiwan pada Januari 2016 sebesar 49,06 persen (mom). Sedangkan kenaikan total impor Indonesia dari Taiwan akan produk non migas berperan sebesar 10,18 persen (mom). 

 

Perkembangan Investasi 

Komitmen investasi di bulan Februari 2016 sebesar USD 26,3 milyar atau naik 167% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut diperoleh dari izin prinsip PMDN sebesar USD 5,5 milyar (naik 66%) dan izin prinsip PMA sebesar USD 20,8 milyar yang juga meningkat 218% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara, terkait dengan distribusi lokasi komitmen investasi, tercatat Sulawesi menjadi penyumbang terbesar komitmen investasi sebanyak 66% dengan nilai investasi sebesar USD 17,4 milyar, kemudian diikuti oleh Sumatera dengan nilai komitmen investasi sebesar USD 5,3 milyar. Selanjutnya posisi ketiga adalah Jawa dengan kontribusi USD 2,9 milyar, Kalimantan di posisi keempat dengan nilai komitmen USD 370,4 juta, Papua dan Maluku di posisi keenam sebesar USD 251,9 juta dan terakhir Bali, Nusa Tenggara dengan nilai komitmen USD 37 juta.

Sepanjang bulan Maret 2016, tim ekonomi KDEI Taipei (meliputi perdagangan, industri, dan investasi) telah melaksanakan beberapa aktivitas, yaitu kunjungan ke beberapa perusahaan, pertemuan dengan pelaku usaha asal Taiwan, serta pertemuan dengan pelaku usaha dan perbankan asal Indonesia yang sedang menjajaki peluang bisnis di Taiwan, diantaranya pertemuan dengan Apex Precision Technology Corp, Hung Shen Propeller, Shin Chin Industrial Co. Ltd., Yi Cheng Rubber, dan Small and Medium Enterprise Administration (SMEA) MOEA.

 

Perkembangan Pariwisata Februari 2016 

Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia pada bulan Februari 2016 mencapai 16.789 orang, atau naik 34,98 persen dibanding bulan Januari 2016, namun turun 2,09 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Februari 2016 mencapai 13.766 orang, atau turun 3,00 persen dibanding bulan Januari 2016 dan turun 8,74 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

 

Penanganan Ketenagakerjaan

 

1.TKI a.n Ellysabet Sami

        Salah satu TKI a.n Ellysabet Sami, turut menjadi korban meninggal dalam musibah gempa bumi di Tainan, 6 Februari 2016 lalu. Setelah melewati beberapa tahap identifikasi dan pengurusan dokumen pemulangan jenazah, pada tanggal 23 Maret 2016, KDEI Taipei memenuhi panggilan Taiwan Tainan District Prosecutors Office yang menggelar persidangan untuk mengeluarkan surat kematian resmi alm. Ellysabet Sami. Setelah persidangan, KDEI Taipei menerima surat kematian dimaksud dan jenazah telah dapat dipulangkan ke Indonesia.

      Setelah mendapatkan kepastian dari maskapai penerbangan, selanjutnya jenazah telah dipulangkan ke Indonesia pada tanggal 27 Maret 2016, dengan penerbangan China Airlines CIO761, nomor kargo 297- 57547615 dari Taoyuan International Airport pukul O8.45 dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 13.10 WIB.

 

2.TKI a.n Dindi

       TKI a.n Dindi (bekerja sebagai ABK Nelayan) tenggelam dan hilang dalam insiden tabrakan dengan kapal kargo milik perusahaan Wan Hai Ltd di perairan Kezailiao, Kaohsiung tanggal 29 Februari 2016 lalu. Hingga kini, upaya pencarian terhadap ABK belum membuahkan hasil.

      Usai terjadinya musibah tersebut, KDEI Taipei telah melakukan koordinasi dengan pihak agensi Chiun Da Development Co., Ltd sebagai agensi yang menempatkan ABK ke Taiwan, Kaohsiung Coast Guard, Depnaker Kaohsiung, serta perusahaan Wan Hai Ltd. 

        Pada tanggal 31 Maret 2016, telah dilakukan mediasi yang difasilitasi oleh Depnaker Kaohsiung dengan memanggil pihak agensi, majikan ABK, perwakilan perusahaan Wan Hai Ltd, dan Kaohsiung Coast Guard, untuk bertemu dengan KDEI Taipei membahas hak-hak bagi alm. Dindi.

      Pada pertemuan tersebut disepakati bahwa pihak majikan akan menyelesaikan seluruh hak ABK berupa gaji dan asuransi. Adapun perusahaan Wan Hai Ltd akan bertanggung jawab memberikan santunan kepada ahli waris ABK yang besarannya masih didiskusikan di pihak internal perusahaan Wan Hai dengan memperhatikan saran dan masukan dari KDEI Taipei, agensi ABK, majikan ABK, dan Depnaker Kaohsiung.

 

3. Pelatihan Tour Guide

       Pada tanggal 10 April 2016, KDEI Taipei kembali menggelar Pelatihan Tour Guide Tingkat Dasar Berbahasa Mandarin bagi TKI di Taiwan. Tujuan pelatihan adalah untuk memberikan pengetahuan dasar serta pemahaman tentang pemandu wisata kepada para TKI, sehingga diharapkan setelah setelah kembali ke Indonesia bisa menekuni dan berprofesi pemandu wisata berbahsa mandarin.

 

 

 ------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

 

Read more...

Siaran Pers KDEI Bulan Maret 2016

Surplus perdagangan Indonesia-Taiwan tetap tercatat positif USD 2,93 milyar, walaupun aktivitas perdagangan berkontraksi 19,79 persen (yoy).

Indonesia menempati peringkat ke-8 tujuan investasi Taiwan.

 

Kinerja Perdagangan

Aktivitas total perdagangan Indonesia – Taiwan bulan Desember 2015 mencapai USD 535,68 juta, mengalami penurunan bila dibandingkan dengan Nopember 2015 yang mencapai USD 645,87 juta, turun 17,06 persen. Penurunan tersebut dipicu oleh turunnya transaksi perdagangan migas sebesar 61,38 persen (mom). Apabila dibandingkan dengan bulan Desember 2014, total perdagangan Indonesia-Taiwan turun 40,32 persen (yoy). Namun, secara kumulatif, aktivitas perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Desember 2015 mencapai USD 9,01 milyar, turun 19,79 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya performa perdagangan Indonesia-Taiwan tahun 2015 secara keseluruhan dipengaruhi oleh aktivitas produksi di masing-masing pihak yang sedang mengalami penurunan. Selain itu, melemahnya nilai tukar NT Dollar dan Rupiah terhadap US Dollar sepanjang tahun 2015 juga turut memicu menurunnya tingkat permintaan diantara keduanya.

Menurunnya nilai total perdagangan Indonesia-Taiwan bulan Desember 2015 berbanding lurus dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang turun 19,87 persen (mom), mencapai USD 104,61 juta, dan bila dibandingkan bulan Desember 2014 mengalami penurunan sebesar 59,47 persen (yoy), yang pada bulan Desember 2014 mencapai USD 258,10 juta. Penurunan tersebut utamanya didorong oleh tingginya penurunan neraca perdagangan migas yang mencapai 50,41 persen (mom). Namun, secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan selama periode Januari-Desember 2015 mencapai surplus sebesar USD 2,93 milyar, turun 17,82 persen (yoy). KDEI-Taipei akan melakukan evaluasi dan re-focusing pada sejumlah sektor pendorong pertumbuhan perdagangan antara Indonesia-Taiwan. Strategi masif untuk terus meningkatkan pertemuan bisnis dan promosi produk Indonesia di Taiwan akan menjadi faktor penggerak guna, setidaknya, mencapai kembali nilai perdagangan dan surplus yang sama dengan tahun 2014, walaupun tekanan ekonomi dan permintaan dunia diperkirakan akan terus terjadi hingga pertengahan tahun 2016.

Sementara, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan bulan Desember 2015 mencapai USD 320,15 juta, atau turun 17,53 persen dibanding bulan Nopember 2015 (mom), dan turun 44,60 persen dibanding bulan Desember 2014 (yoy), dengan ekspor non migas berkontribusi 86,04 persen terhadap nilai ekspor. Menurunnya performa ekspor Indonesia bulan Desember 2015 dipengaruhi oleh menurunnya kinerja baik ekspor migas (turun 56,72 persen) maupun non migas yang turun 3,33 persen (mom). Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia ke Taiwan periode Januari-Desember 2015 mencapai USD 5,97 milyar, terkoreksi 19,32 persen (yoy). Sedangkan, nilai impor Indonesia dari Taiwan bulan Desember 2015 mencapai USD 215,53 juta, atau turun 16,35 persen dibanding bulan Nopember 2015. Apabila dibandingkan dengan Desember 2014, impor Indonesia turun sebesar 32,59 persen (yoy).

Jenis produk ekspor utama Indonesia ke Taiwan pada Desember 2015 didominasi oleh batu bara, gas alam, dan logam mulia dengan nilai ekspor masing-masing sebesar USD 104,61 juta, USD 28,50 juta, dan USD 23,33 juta.

 

Sementara, komponen permesinan, tekstil dan produk tekstil, kimia organik, dan plastic menjadi produk impor terbesar bulan Desember 2015 dengan nilai masing-masing USD 42,01 juta, USD 37,05 juta, USD 20,70 juta, dan USD 18,92 juta.

 

Perkembangan Investasi 

Realisasi investasi proyek penanaman modal asing di Indonesia pada tahun 2015 mencapai USD 29.275,54 juta. Adapun lima besar sektor realisasi penanaman modal asing adalah pertambangan; transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi; industri metal, mesin, dan elektronik; listrik, gas, dan air; serta real estates, kawasan industri, dan gedung perkantoran. 

Berdasarkan lokasi, lima besar realisasi penanaman modal asing adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Kalimantan Timur. Sementara, menurut Ministry of Economic Affairs Taiwan, pada tahun 2015 Indonesia menduduki peringkat ke-delapan tujuan investasi Taiwan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi ke-13.

Sepanjang bulan Februari 2016, KDEI Taipei telah melaksanakan beberapa aktivitas. Selain kunjungan ke beberapa perusahaan, juga telah dilaksanakan pertemuan bisnis dengan pelaku usaha asal Taiwan, serta pelaku usaha asal Indonesia yang akan bekerjasama dengan perusahaan Taiwan untuk berinvestasi di Indonesia.

 

Perkembangan Pariwisata 

Jumlah wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia pada bulan Januari 2016 mencapai 12.438 orang, atau naik 4,85 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

 

Sementara, jumlah wisatawan Indonesia ke Taiwan pada bulan Januari 2016 mencapai 14.193 orang, atau naik 13,76 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

 

Update Penanganan TKI

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia yang ditempatkan di Taiwan, beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain :

1.TKI a.n Suminah

        Pada tanggal 22 Februari 2016, KDEI-Taipei menerima informasi dari salah satu anggota Satgas TKI terkait adanya TKI yang diduga mengalami gangguan psikis dan berada di penampungan pengurus Masjid Besar Taipei. 

      Pada tanggal 23 Februari 2016, KDEI Taipei membesuk TKI di tempat penampungan pengurus Masjid Besar Taipei City. Dalam pertemuan tersebut, TKI bisa berkomunikasi dengan lancar dan secara fisik dalam kondisi sehat. TKI juga menyampaikan tidak dalam kondisi tertekan. Hanya saja, terkadang TKI menjawab pertanyaan dengan tidak fokus. Berdasarkan pertemuan KDEI Taipei dengan TKI, diperoleh data bahwa nama TKI adalah Suminah.

        Menurut keterangan pengurus Masjid Besar Taipei, bahwa pada tanggal 16 Februari 2015 TKI kabur dari majikan resmi di New Taipei City, namun kemudian bekerja pada majikan ilegal di Kaohsiung.

        Selanjutnya, pada tanggal 17 Februari 2016, TKI yang merasa tidak betah bekerja di majikan ilegal kemudian menyerahkan diri ke Imigrasi Kaohsiung. Saat menyerahkan diri, petugas Imigrasi Kaohsiung memeriksa catatan dan kemudian diketahui TKI telah dilaporkan majikan resmi di New Taipei City dengan tuduhan telah mencuri uang. Mengingat TKI memiliki catatan kriminal, pihak Imigrasi Kaohsiung tidak dapat memproses kepulangan TKI dan kemudian pada tanggal yang sama menyerahkan TKI kepada pihak Imigrasi New Taipei City. 

     Saat ini KDEI Taipei masih terus berkoordinasi dengan pengurus Masjid Besar Taipei untuk memantau kondisi fisik dan mental TKI dimaksud. KDEI Taipei juga masih berkoordinasi dengan Imigrasi New Taipei City untuk memonitor perkembangan kasus pidana yang menjerat TKI.

 

2.TKI a.n Shinta Danuar

        Berdasarkan hasil monitoring KDEI Taipei selama kurang lebih 1 (satu) tahun dan sebagaimana hasil kunjungan terakhir KDEI Taipei bersama pihak agency pada tanggal 23 Februari 2016 ke rumah sakit, diiformasikan bahwa tangan kiri TKI sudah dapat bergerak walaupun secara perlahan-lahan. 

        Adapun perawat dari rumah sakit menjelaskan bahwa TKI sampai saat ini belum dapat bernapas sendiri. Pihak rumah sakit telah beberapa kali mencoba menurunkan volume dari alat pernapasan, namun yang bersangkutan tetap kesulitan untuk bernapas. Pihak rumah sakit menyarankan agar TKI tetap dirawat dan mendapatkan terapi pernapasan sampai yang bersangkutan dapat bernapas sendiri untuk selanjutnya kembali ke Indonesia.

       Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa apabila TKI dipulangkan ke Indonesia dalam kondisi seperti saat ini, di Indonesia TKI akan membutuhkan alat pernapasan serupa yang harganya berkisar NT$250,000 (dua ratus lima puluh ribu NT$) atau setara dengan Rp.100,000,000.- (seratus juta rupiah) dan membutuhkan perawat khusus untuk merawat TKI baik selama perjalanan ke Indonesia maupun selama di Indonesia. 

       Berdasarkan saran dari pihak rumah sakit, KDEI Taipei telah menanyakan kepada pihak agency terkait kemungkinan kelanjutan perawatan TKI di Taiwan. Pihak agency menjelaskan bahwa pihak majikan tidak keberatan memperpanjang kontrak kerja TKI dan terus membayar premi asuransi kesehatan TKI. Diperkirakan pihak majikan akan memperpanjang kontrak kerja TKI selama setahun kedepan. 

       KDEI Taipei juga telah menanyakan persetujuan kelanjutan perawatan kepada TKI maupun orang tua TKI. Keduanya setuju untuk melanjutkan perawatan di Taiwan. Selanjutnya KDEI Taipei juga telah mengkomunikasikan kepada pihak agency agar dapat kembali memfasilitasi kunjungan keluarga TKI ke Taiwan. Pihak agency telah setuju untuk kembali memfasilitasi hal tersebut dan prosesnya akan dikomunikasikan dengan pihak PPTKIS.

        KDEI Taipei akan terus memonitor perkembangan kondisi TKI selama dirawat di Taiwan.

 

3.Pengembangan Sistem Re-Entry Direct Hiring Sektor Rumah Tangga

Pihak Indonesia dan Taiwan pada tahun 2016 telah sepakat untuk melakukan pengembangan sistem re-entry hiring TKI sektor rumah tangga dari system yang bersifat manual menuju sistem online. 

        Perlu diinformasikan bahwa proses re-entry hiring yang berjalan saat ini masih bersifat manual, sehingga pihak majikan cenderung meminta bantuan agency dalam melakukan proses pengurusan dokumen penempatan TKI ke kantor Direct Hiring Service Center (DHSC) dan biaya pengurusannya kerap kali dibebankan kepada TKI. Dengan penerapan sistem online, pihak majikan tidak perlu datang ke kantor DHSC sehingga dapat meminimalisir keterlibatan agency dalam pengurusan dokumen dimaksud. 

        Proses pengembangan system menuju sistem online adalah dengan melakukan integrasi Sistem Endorsement KDEI dengan Sistem DHSC-WDA-MoL. Proses pengembangan telah mulai berjalan dan target pelaksanaan pengembangan akan berlangsung sampai dengan akhir tahun 2016.

       Diharapkan sistem online dimaksud akan memberikan kemudahan bagi majikan maupun TKI dalam melakukan pengurusan kelengkapan dokumen penempatan TKI re-entry hiring sektor rumah tangga ke Taiwan.

 

 ------------------------                  

KDEI DI TAIPEI

 

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Kontak Kami

6F, No. 550, Rui Guang Road, Neihu District, Taipei, 114, Taiwan, ROC
Phone : (02) 87526170
Fax : (02) 87523706

Email: ieto[at]ms8.hinet.net

TAUTAN LAIN

DMC Firewall is developed by Dean Marshall Consultancy Ltd